Ticker

6/recent/ticker-posts

Mengenal Peran DPS dalam Asuransi Syariah

Seiring dengan semakin banyaknya orang yang mulai menyadari pentingnya perlindungan diri dan keluarga maupun aset, membuat asuransi kian diminati. Belakangan ini bahkan asuransi syariah semakin diminati baik dari kalangan muslim maupun non-muslim. Penyebabnya yaitu karena banyaknya manfaat atau keuntungan yang didapatkan dari menggunakan asuransi ini. Salah satu contohnya adalah setiap investasi yang transparan dan diawasi oleh DPS atau Dewan Pengawas Syariah. Maka tidak heran jika asuransi syariah terbaik di Indonesia semakin banyak dan menawarkan produk-produk yang terbaik. 


Apakah itu DPS?

DPS atau Dewan Pengawas Syariah sendiri merupakan badan independen yang mengawasi operasional serta praktik dari lembaga keuangan syariah, supaya tetap berpegang teguh dan konsisten dalam menjalankan prinsip syariah (beritagar.id). DPS ini direkomendasikan secara langsung oleh DSN atau Dewan Syariah Nasional yang merupakan sebuah badan yang berada di bawah MUI atau Majelis Ulama Indonesia guna menjamin bahwa semua produk, jasa-jasa layanan serta operasional LKS atau Lembaga Keuangan Syariah sesuai dengan semua prinsip syariah islam. 

Di dalam asuransi syariah, DPS melakukan pengawasan pada sistem manajemen, produk-produk yang dipasarkan, serta pengelolaan dana dan kebijakan investasi dari lembaga tersebut. Fungsi atau peran utama dari DPS dalam mengawasi kinerja asuransi syariah adalah untuk memastikan jika konsep dari syariat islam berjalan sesuai undang-undang serta fatwa-fatwa DSN dan MUI. Asuransi syariah dan DPS harus bisa berjalan dengan berdampingan supaya prinsip syariah bisa dipastikan penerapannya sehingga akan membuat nasabah mendapatkan jaminan serta ketenangan. Dengan begitu tidak akan ada yang merasa dirugikan antara kedua belah pihak. 

Seperti yang dikatakan sebelumnya, jika DPS memiliki beberapa tugas atau peran. Untuk mengetahui apa saja peran tersebut, berikut adalah pembahasan secara singkatnya. Mari simak! 

Tugas-tugas dari Dewan Pengawas Syariah atau DPS

  1. Memberikan saran serta nasihat pada para pemimpin perusahaan tentang hal-hal yang berkaitan aspek syariah.
  2. Merumuskan segala permasalahan yang membutuhkan pembahasan dari DSN.
  3. Melakukan pengawasan pada pelaksana fatwa DSN, lalu memberikan pengarahan maupun pengawasan produk dan jasa pengelolaan kekayaan dan kewajiban serta kegiatan usaha lain supaya sesuai dengan syariat.
  4. Menjadi mediator antara DSN dengan perusahaan asuransi di dalam mengkomunikasikan saran dan usul pengembangan produk maupun jasa dari lembaga keuangan syariah.
  5. Melaporkan hasil pengawasan dalam waktu sekurang-kurangnya satu tahun sekali atau dua kali kepada OJK atau Otoritas Jasa Keuangan.

Demikian pembahasan secara singkat mengenai DPS dan juga peran atau tugasnya. Dengan mengetahui hal-hal tersebut tentu diharapkan menambah keyakinan Anda mengenai produk asuransi syariah karena sudah diawasi oleh yang berwenang dengan ketat. Semoga bermanfaat!


Post a Comment

0 Comments