Ticker

6/recent/ticker-posts

Penyakit Lupus Dan Pengobatannya

Penyakit lupus tergolong berbahaya dan mematikan. Keganasan penyakit satu ini sebanding dengan kanker dan sudah aneka macam korban meninggal dunia. Dari sejumlah survei, jumlah penderita lupus terus meningkat tiap tahun. Terbanyak menyerang perempuan usia produktif (kisaran 15 - 50 tahun). Namun juga ada laki-laki dan bawah umur yang menderita lupus.

Satu hal yang lebih mengerikan, gejala-gejala penyakit ini ibarat dengan penyakit umum. Makara tidak gampang didiagnosa dan bisa mengecoh penderita. Padahal penyakit ini butuh penanganan medis segera untuk mencegah dampak. Tapi bukan berarti Anda tak bisa melaksanakan apa-apa. Ada cara dan obat untuk penyakit satu ini. Sebelum itu, yuk kita mengenal lebih dalam wacana penyakit lupus.

Tentang Penyakit Lupus

Apakah penyakit lupus itu? Secara umum penyakit ini ialah sebuah kelainan di mana sistem kekebalan badan (imunitas) menyerang diri sendiri. Baik itu jaringan, organ yang sehat dan sel di dalam tubuh. Dalam dunia kedokteran disebut penyakit autoimun atau penyakit inflamasi.

Dari istilah latin, kata 'lupus' memikiki makna 'srigala atau anjing hutan' dan dikenal semenjak se-abad lalu. Dulu penderita lupus dikira mempunyai kelainan kulit lantaran terjadi peradangan kronis. Namun efeknya mematikan lantaran menyerang sistem penting badan ibarat jantung, ginjal, paru-paru dan sebagainya. Meski berbahaya, Anda perlu pahami bahwa lupus 'bukan penyakit menular'.

Faktor Penyebab Penyakit Lupus
   
Hingga ketika ini belum diketahui dengan niscaya apa penyebab penyakit lupus. Sejumlah pakar kesehatan gres sekedar menduga dari bukti-bukti dan tanda-tanda yang diderita pasien. Menurut mereka, penderita lupus sebagian lantaran faktor kelainan genetika. Dalam sebuah penelitian, bila satu anggota keluarga menderita lupus, maka saudara lain berpotensi terjangkit juga.

Faktor gen ini juga menjelaskan kenapa lebih banyak penderita perempuan ketimbang pria. Kemungkinan lantaran gen yang termutasi mengandung kromosom X. Pria mempunyai 1 kromosom X, sedangkan perempuan punya sepasang.

Selain itu, faktor lingkungan juga turut meningkatkan risiko penyakit lupus. Misalnya imbas sinar matahari, penggunaan obat-obatan atau penyakit lupus pada perempuan ketika hamil. Belum ditemukannya lantaran niscaya inilah yang menyulitkan cara penyembuhan. Namun, medis sejauh ini sudah bertindak cepat dan efektif mengobati penyakit lupus.

Tipe dan Jenis Penyakit Lupus yang Banyak Diderita

Jenis-jenis peyakit lupus terbagi dalam beberapa tipe. Pembagian jenis ini untuk memudahkan dalam pengobatan dan menekan dampak jelek dari lupus. Beberapa jenis yang banyak diderita antara lain: 
  • Lupus Eritematosis Sistemik (SLE/systemic lupus erythematosus). Jenis ini yang paling banyak diderita masyarakat. SLE menyerang organ dan jaringan badan dari tingkat ringan sampai parah. Gejalanya bisa tiba mendadak atau berkembang secara perlahan Contohnya, ada sejumlah pasien yang mencicipi tanda-tanda ringan dan semakin parah dalam rentan waktu lama. Tapi ada yang tidak mencicipi apa-apa dan tiba-tiba mengalami serangan parah. Pada beberapa kasus, tanda-tanda lupus bisa mendadak hilang, tapi kembali kambuh dan lebih sakit di lain waktu. Untuk skala ringan, tanda-tanda lupus cukup mengganggu rutinitas. Penderita merasa nyeri, demam, kelelahan berkepanjangan, stres, cemas dan sebagainya. Jika tak segera diobati akan menyerang jantung, ginjal, saraf dan lain-lain.
  • Lupus Anak-Anak dan Neonatal Lupus. Dua jenis ini yakni penyakit lupus pada bawah umur dan bayi. Gejalanya serupa dengan lupus sistemik. Namun penderitanya kebanyakan bawah umur utamanya laki-laki. Begitu pula dengan neonatal lupus yang terjadi pada ibu hamil. Sang ibu menurunkan antibodi lupus pada bayinya. Bayi yang menderita lupus umumya akan mengalami anemia dan ruam di kulit. Kondisi ini bisa hilang dengan sendiriya. Namun, bila parah berbahaya untuk jantung si kecil.
  • Discoid Lupus Erythematosus/DLE. Untuk jenis ini hanya menyerang kulit, namun tetap berisiko menyerang organ lain. Gejalanya banyak ruam kemerahan dan bersisik di wajah, kepala serta leher. Kondisi ini bisa berlangsung beberapa hari atau beberapa tahun.
  • Drug Induced Lupus/DIL. Kalau yang ini lantaran obat-obatan. Gejala bisa berhenti bila konsumsi obat dihentikan. Tetapi tetap dianjurkan berkonsultasi untuk memutuskan pemilihan obat yang tepat. Ada lebih dari 100 obat yang berisiko memicu lupus. Penyakit lupus pada laki-laki cukup sering terjadi lantaran faktor obat-obatan ini. Penanganannya berbeda-beda tergantung kondisi pasien.
Gejala dan Ciri Penyakit Lupus

Gejala yang dialami biasanya berbeda-beda pada tiap pasien. Namun secara umum ciri-ciri orang yang terkena lupus ialah sebagai berikut:
  • Butterfly rash: Ruam di wajah ibarat sayap kupu-kupu di kedua pipi dan hidung.
  • Discoid rash: Ruam berbentuk cakram yang tampak terang dan berbekas. timbulnya bisa di wajah, leher dan kulit kepala.
  • Arthritis: Peradangan di sendi yang menciptakan nyeri, memerah sampai membengkak
  • Serositis: Peradangan di paru-paru yang menciptakan sesak napas, nyeri dan bisa menyerang jantung.
Selain ciri di atas, penderita juga bisa mengalami gangguan pencernaan, anemia dan sebagainya. Bila seseorang mengalami 4 dari tanda-tanda di atas maka bisa dipastikan terkena lupus. Jika tanda-tanda timbul ketika mengandung bisa membahayakan nyawa janin, ibu dan proses tumbuh kembangnya. Itulah mengapa penyakit lupus pada ibu hamil perlu penanganan intensif. Terlebih mengingat kemampuan lupus menggandakan tanda-tanda penyakit lain atau disebut penyakit seribu wajah.

Mencegah Lupus Terjadi

Memang benar mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Setelah mengetahui gosip di atas, sangat baik jikalau melaksanakan pencegahan penyakit lupus semenjak dini. Atau mencegah risiko lupus bertambah parah. Caranya tentu dengan menerapkan gaya hidup sehat.

Cukupi kebutuhan nutrisi tubuh, istirahat cukup, hindari stres, berhenti merokok dan olahraga teratur. Anda sebaiknya juga perlu merawat diri sendiri dan menghindari paparan sinar matahari.

Pengobatan Lupus

Secara medis sampai sekarang belum ada obat khusus untuk mengatasi lupus. Ketika kau tiba ke dokter dan kasatmata terjangkit lupus, maka akan dijadwalan rencana perawatan. Terapi ini berbeda-beda tergantung kondisi, usia dan jenis kelamin. Obat-yang diberikan umumnya ialah obat untuk penyakit lain semoga meringankan rasa sakit.

Contohnya obat anti inflamasi untuk peradangan, obat antimalaria untuk mengurangi rasa nyeri dan sebagainya. Untuk lupus masalah berat biasanya dokter akan memperlihatkan penekan kekebalan tubuh. Misalnya siklofosfamid, azathioprine dan masih banyak lagi. Anda sebaiknya mempunyai resep dokter bila hendak membeli obat penyakit lupus di apotek. Ini lantaran obat mempunyai imbas samping dan Anda perlu pendampingan yang sempurna mengatasi penyakit lupus.

Selain pengobatan modern, penyakit ini sudah mempunyai obat herbal. Sejumlah merek telah resmi dan legal beredar di pasaran. Obat penyakit lupus alami juga bisa jadi alternatif pilihan untuk Anda. Tapi jangan lupa untuk melaksanakan cek n ricek sebelum memutuskan membeli.

Lupus termasuk penyakit kronis yang berbahaya dan Anda perlu berhati-hati memutuskan langkah pengobatan. Selain itu, sangat baik bila Anda mengumpulkan banyak gosip terkait penyakit ini. Alasannya, jumlah peningkatan lupus tak sedahsyat HIV/AIDS atau kanker tapi juga berbahaya. Selain itu masih ada persepsi salah soal lupus. Anda bisa menyebarkan gosip lewat lembaga yang sudah banyak di Indonesia atau komunitas penyakit lupus. (FCW).

Post a Comment

0 Comments