Ticker

6/recent/ticker-posts

Obat Batuk Tradisional

Apakah penyakit batuk itu? Siapa pun dapat mengalaminya, mulai dari bawah umur hingga dewasa. Batuk dapat sembuh sendiri atau dengan mengonsumsi obat batuk. Inilah mengapa batuk kerap disebut sebagai penyakit. Padahal batuk bukan penyakit, melainkan reaksi dari sistem pertahanan tubuh.

Ya, tubuh insan itu punya sistem pertahanan yang melawan gangguan dari luar. Salah satunya ialah dengan terbatuk dan ini ialah respons alami tubuh. Batuk bergotong-royong membantu seseorang mengeluarkan faktor penyebab iritasi semoga keluar dari akses pernapasan. Misalnya debu, lendir, asap dan sebagainya.

Normalnya batuk hanya terjadi beberapa hari saja dan tak perlu pengobatan khusus. Namun, bila Anda terbatuk berminggu-minggu hingga bulanan dapat jadi membuktikan penyakit tertentu. Mulai dari penyakit ringan menyerupai nanah akses pernafasan, alergi atau flu. Hingga penyakit kronis menyerupai asma, faktor psikologis atau yang berafiliasi dengan organ dalam semacam paru-paru.

Gejala Umum yang Dialami Saat Batuk

Gejala-gejala orang yang terkena penyakit batuk bermacam-macam tergantung jenis batuknya. Tapi secara umum Anda akan mengalami beberapa hal di bawah ini ketika batuk melanda. Di antaranya:
  • Demam, menggigil, sakit kepala, sakit tenggorokkan, mual, pilek, banyak berkeringat, tubuh kurang fit, ada dahak dan tekanan di kawasan sinus.
  • Bila keadaan kronis, tanda-tanda batuk biasanya disertai sesak napas dan terjadi terus menerus lebih dari 3 Minggu. Ini ialah indikasi ada dilema dengan sistem pernafasan Anda. Jika ada penyakit yang lebih serius menyerupai kanker, batuk akan diiringi dengan tanda-tanda lain. Misalnya batuk darah, tak nafsu makan hingga penurunan berat tubuh yang drastis.
Jenis-Jenis Batuk

Berdasarkan masa berlakunya, jenis-jenis batuk dibedakan dalam dua kategori. Yakni batuk Akut atau jangka pendek (kurang dari 3 Minggu) dan batuk kronis (berlangsung lebih dari 8 Minggu).
  • Batuk Akut. Penyebabnya kebanyakan sebab nanah virus di akses pernafasan. Virus menyerang tenggorokan, batang tenggorokan dan sinus. Batuk akan diiringi dengan flu, pilek, laringitis, sunisitis dan batuk rejan. Untuk akses pernafasan bawah misalnya ialah bronkitis dan pneumonia. Jenis ini juga dapat dipicu alergi semacam asap rokok dan debu.
  • Batuk Kronis. Jenis ini jarang terjadi dan bila Anda mengalaminya segera lakukan pengobatan. Jenis ini mengindikasikan adanya gangguan kesehatan serius yang butuh penanganan segera. Atau tanda tanda-tanda penyakit berat menyerupai jantung dan paru-paru.
  • Selain itu jenis-jenis batuk juga dibedakan menurut suaranya. Ada batuk kering dan batuk berdahak. Dalam beberapa kasus juga terjadi batuk menggonggong, batuk disertai napas berbunyi, batuk menetap dan masih banyak lagi. Masing-masing jenis batuk mempunyai cara pengobatan yang berbeda. 
Anda dapat menentukan obat batuk tradisional untuk penanganan awal. Cara ini banyak disukai masyarakat sebab bebas imbas samping. Namun, bila kondisi tak kunjung sembuh dan makin parah, sangat dianjurkan untuk segera berobat ke dokter. Nah, bicara soal pengobatan batuk secara tradisional berikut ada beberapa informasi menarik.

Memilih Obat Batuk Tradisional Tepat Sesuai Usia dan Kondisi

Seperti dijelaskan sebelumnya, pengobatan untuk batuk diubahsuaikan dengan jenisnya. Begitu pula dengan usia orang yang sedang batuk sebab cara pengobatannya berbeda. 
  • Obat batuk tradisional balita/bayi dapat diberikan dari luar dan dalam. Dari luar cukup dipijat dengan minyak telon atau minyak tradisional lainnya. Ini dapat menghangatkan tubuh si kecil dan membuatnya lebih nyaman. Dari dalam ibu dapat memperlihatkan ramuan dari madu dan jeruk nipis. Jika bayi berusia di bawah 6 bulan, dokter biasanya merekomendasikan proteksi ASI optimal.
  • Obat batuk tradisional anak dapat Anda racik dengan gampang sebab materi ada di dapur. Anak-anak paling rentan dengan batuk dan dapat dibilang langganan. Daripada menggunakan obat kimia, lebih baik buat sendiri obat herbal yang kondusif dan efektif. Misal ramuan jahe dan kencur atau perasan jeruk nipis. Berikan pada anak hingga batuk reda dan sembuh.
  • Obat batuk tradisional dewasa lebih banyak variasinya. Anda dapat meracik sendiri ramuan dari jahe, susu plus madu, bawang merah atau putih, lemon, kunyit dan sebagainya. Takaran, materi ramuan dan hukum minum diubahsuaikan dengan kondisi. Selain racikan di dapur, batuk orang sampaumur dan anak juga dapat disembuhkan lewat beberapa buah, menyerupai apel.
  • Obat batuk tradisional untuk lansia kurang lebih menggunakan materi sama menyerupai jeruk nipis, jahe dan sebagainya. Tapi cara penyajian dan takarannya yang berbeda. Seperti diketahui biasanya lansia kesusahan meminum obat. Jika ini terjadi racik saja ramuan herbal untuk dibalurkan ke tubuh. Anda harus berhati-hati terkait takaran dan pemilihan obat sebab tubuh lansia sangat rentan penyakit.
  • Obat batuk tradisional ibu hamil ketika ini cukup banyak variasi produknya. Tapi akan lebih kondusif untuk Anda dan janin bila meraciknya sendiri di rumah. Anda dapat meracik bumbu dapur menyerupai jeruk, jahe, kencur, sirih dan sebagainya jadi minuman. Atau memasukkannya dalam hidangan masakan sehat menyerupai sup.
Sesuaikan pemilihan materi herbal untuk obat batuk dengan jenis batuk dan kondisi tubuh. Misalnya, jahe, madu dan susu hangat baik untuk batuk kering. Utamanya di usia bawah umur dan dewasa.

Macam-Macam Obat Batuk Tradisional yang Efektif dan Manjur
  • Jahe. Rempah orisinil Indonesia ini dapat membantu meredakan batuk. Anda dapat meraciknya menjadi minuman wedang jahe, dicampur madu atau teh. Minum 2-3 kali sehari hingga batuk hilang. Obat batuk tradisional dari jahe jauh lebih baik bila menggunakan jahe alami yang diiris. Bukan jahe kemasan yang banyak beredar sekarang.
  • Jeruk nipis. Obat batuk tradisional dari jeruk nipis terbilang paling manjur untuk semua usia. Anda cukup mencapurkan perasan jeruk dengan sesendok kecap manis atau madu. Minum ramuan ini 2-3 kali sehari. Cara lain dengan adonan jeruk nipis, kapur sirih dan gula.
  • Kencur. Kencur yang dicampur dengan jahe sangat ampuh mengatasi batuk berdahak. Parut keduanya hingga halus dan campur rata untuk direbus dengan segelas air mendidih. Saring ampasnya dan minum ramuan herbal ini ketika hangat. Buatlah obat batuk tradisional kencur ini 2 kali dalam sehari.
  • Daun sirih. Jika tak suka kencur, batuk berdahak juga dapat diatasi dengan daun sirih. Rebus daun sirih secukupnya dengan irisan jahe. Minum air rebutan obat batuk tradisional daun sirih tersebut sekali sehari. Cocok untuk Anda yang sibuk dan banyak aktivitas.
  • Kunyit. Tanaman rimpang ini baik untuk mengatasi batuk kering. Anda cukup siapkan sat sendok abu kunyit dan setengah sendok merica. Larutkan keduanya di air mendidih hingga rata. Minum obat batuk tradisional kunyit ini 2 kali sehari.
  • Madu. Madu cocok untuk obat batuk anak-anak, dewasa, ibu hamil dan menyusui. Untuk batuk berair Anda dapat meracik minuman teh madu dan merica hitam. Obat batuk tradisional madu juga dapat dicampur dengan materi alami lain menyerupai cabai jawa dan sebagainya.
Melihat macam-macam obat herbal di atas, obat batuk tradisional dari rempah-rempah paling banyak dianjurkan. Ya, rempah-rempah khas Indonesia memang mempunyai banyak khasiat. Mulai dari kesehatan, kecantikan hingga cita rasa masakan.

Jika tak punya cukup waktu meracik obat, dapat meminum obat kimia. Jangan lupa menentukan obat yang sempurna dan aman. Anda tentu ingin memperlihatkan yang terbaik untuk kesehatan Anda atau keluarga. Misalnya membeli pribadi obat batuk di apotek. (FCW). 

Tag:

obat batuk alami obat batuk berdahak, obat batuk anak, obat batuk kering, obat batuk pilek anak, obat batuk tablet, obat batuk ten gorokan gatal, obat batuk tidak berdahak, obat batuk tradisional untuk anak, obat batuk tradisional untuk anak, obat batuk tradisional untuk balita, obat batuk tradisional untuk bayi, obat batuk tradisional untuk bayi 4 bulan, obat batuk tradisional untuk bayi, obat batuk tradisional untuk dewasa, obat batuk tradisional untuk ibu hamil, obat batuk traditional untuk dewasa, obat batuk untuk ibu hamil.

Post a Comment

0 Comments